Coming Soon: GKCTN 2–Let’s Write and Inspire!

GKCTN 2

Detail Gebyar Kreasi Cerpen Tingkat Nasional Ke-2

Come on get ready for this special event! Buat kamu sobat muslim/muslimah yang hobi nulis, punya passion untuk menginspirasi, dan bonusnya dapat hadiah pula, buruan siapin diri kamu untuk ikutan GKCTN 2, event gebyar perlombaan cerpen tahunan persembahan dari UKKI Unsoed Purwokerto. Untuk tahun ke-2, kami mengusung tema cerita inspiratif Islami. Bahkan sekarang, kategori peserta lomba diperluas, yaitu untuk muslim/muslimah usia 17-25 tahun! So, buruan siapin cerpen inspiratif Islami terbaik kamu dan ikutin lombanya!

Jangan ketinggalan juga bedah buku “Agar Semesta Tersenyum Padamu” karya Yus Ibnu Yasin sekaligus sebagai acara puncak gebyar cerpen tahun ini.

Kami tunggu partisipasi kalian!

PS: Info event ini juga bisa dilihat di page FB Gebyar Kreasi Cerpen Tingkat Nasional (GKCTN) 2 (jangan lupa di-like yah!)

-UKKI Unsoed, seindah ukhuwah-

BEDAH BUKU NASIONAL “RANAH 3 WARNA”

Buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara yang akan segera difilmkan.. Novel bestseller nasional karya Ahmad Fuadi ini merupakan kisah perjalanan hidup seorang anak muda bernama Alif Fikri, dengan seluruh keyakinannya, dengan modal mantera “Manjadda wajadda”, ia ingin mewujudkan mimpinya.. namun, ternyata itu tidaklah cukup. Ada pepatah lain yang ternyata mampu mewujudkan mimpinya, “Man Shabara Zhafira”, “Siapa yang sabar, dialah yang beruntung”… Ahmad Fuadi sendiri telah meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan tahun yang sama juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award..

Mau tahu bagaimana menjadi penulis yang mantap? atau mau tahu makna sesungguhnya dari “Man Shabara Zahfira”..?
Segera dapatkan tiketnya dengan menghubungi CP: 085724405619

Harga tiket: Rp 25.000,-
Harga tiket pada bulan Oktober naik menjadi Rp 30.000,-

“AYAT-AYAT CINTA EMAK”. Persembahan Terbaik Lomba Cerpen Islami, dalam Islamic Days UKKI 2010.

Oleh : Dian Nur Hidayah

 

“ lek..emak kok gak pernah mendengarmu mengaji?” Tanya Emak suatu saat, saat aku sarapan sebelum berangkat ke kampus seperti biasa

Aku menghembuskan nafas pelan, malas sekali menjawabnya.

“ Emak kan tau alasannya” jawabku asal sembari memasukkan sepotong tempe goreng ke dalam mulutku.

“ apa iya…kuliahmu itu ngajarin kamu jauh dari Tuhan? Masa baca Al-qur’an saja jadi malas..?”

Aku meneguk air putih hangatku dengan enggan. Rasanya kesal mendengar pertanyaan emak yang selalu saja sama tentang itu, sering kali dan tak pernah berubah.

“ Emak..?! sekarang itu yang penting konteksnya. Cuma ngaji saja gak kan cukup..kapan kita mau maju kalau begitu? Yaa kalau diamalkan? Kalau gak? Kan sia-sia saja….lagian kayak tau artinya saja dibaca terus..???

“ astaghfirulloh..eling Nak..istighfar..!! kata siapa mengaji itu gak ada gunanya? Cara kita mendekat sama Gusti pangeran ya dengan mengaji itu…kita itu gak ada apa-apanya dibanding Tuhan lek..!!jangan takabur! Qur’an kitab suci kita…bisa-bisanya kamu menyepelekan seperti itu…mau jadi apa kamu nanti?? Kalau begitu.. Baca lebih lanjut