Analisis Seputar Facebook (Historical Background, Pro dan Kontra, dan Urgensinya)

facebook.com

facebook.com

Analisis Seputar Facebook
(Historical Background, Pro dan Kontra, dan Urgensinya)
Radietya Alvarabie/ Kedokteran Univ. Jenderal Soedirman, Purwokerto

Ketika seorang sahabat di Jakarta menghubungi saya pada tahun 2007, untuk membuat akun FB, saya coba pelajari baik-baik sebelum akhirnya pada tahun 2008 saya putuskan untuk membuat akun di FB. Jadi, butuh waktu sekitar satu tahun bagi saya untuk berpikir dan menganalisis lebih jauh tentang FB, ditambah dengan waktu mempelajari aplikasi FB. Sepanjang waktu itu banyak teman menanyakan apakah saya punya akun FB?, hingga saya menyadari bahwa dalam kurun waktu satu tahun, penambahan user FB sangat luar biasa. Hingga 2008 didapatkan 140 juta user FB diseluruh dunia dan tidak kurang 300 juta dollar Amerika berhasil diraup CEO FB, Mark Zuckerberg.

Facebook (FB) merupakan sebuah jejaring sosial rancangan Mark Zuckerberg. FB, salah satunya, mulai dipopulerkan oleh DR. Barrack Hussein Obama (sekarang Elected President of USA), saat memulai kampanyenya sebagai calon Presiden AS. Sejak saat itu popularitas FB mulai menanjak. Hingga kini FB sudah demikian populer, bahkan mengungguli jejaring sosial yang sebelumnya cukup marak di Indonesia, Friendster (FS).

Pada awalnya FB diciptakan khusus untuk kalangan kampus Harvard (Harvard University, California, USA). DR. Barrack Hussein Obama sendiri adalah Doktor Hukum lulusan Harvard. Agak berbeda dengan FS, FB diciptakan untuk berinteraksi dengan kalangan yang terbatas, saat itu khusus untuk kalangan Harvard. Di tengah kesibukan kuliah, harapanya dengan FB mereka dapat tetap saling berkomunikasi, sehingga arus pertukaran informasi dan diskusi tetap berjalan.

Kondisi ini lah yang salah satunya menjadi kelebihan FB untuk kemudian di lemparkan di pasaran, tidak hanya di USA, tetapi juga untuk seluruh penduduk dunia. Setidaknya ada dua manfaat FB, yang pertama mempersingkat jarak dalam berkomunikasi dan yang kedua menjadi sarana interaksi di tengah kesibukan yang dimiliki manusia abad ini, terutama warga perkotaan.

Kalau kemudian muncul pertanyaan, apa bedanya dengan jejaring sosial lain, seperti FS? dan apa kelebihannya dibandingkan dengan telephone seluler dan email?. Sekali lagi, di awal sekilas sempat saya paparkan, FB pada awalnya untuk kalangan terbatas. Sekarang pun saat telah diluncurkan untuk seluruh dunia, seorang yang memiliki akun FB hanya dapat berinteraksi dengan teman yang dimilikinya, begitu pun profile yang dimilikinya, tidak sembarang orang bisa melihat. Kalau pun FS memiliki sistem kunci untuk mengamankan profile, mekanisme ini tetap tidak sebaik yang ada pada FB.

Fitur FB lainnya yang menjadi favorit adalah fitur chatting-nya. Fitur ini tidak perlu merepotkan kita untuk membuka YM (yahoo messenger) atau MIRC terlebih dahulu untuk bisa chatting. Saat sedang menggunakan FB pun tetap bisa chatting dengan teman yang online saat itu. Ini mutlak tidak dimiliki FS.
Satu lagi fitur unggulan FB, adalah notes. Fitur di pojok kanan bawah (inferolateral dextra) halaman FB yang nampaknya sederhana ini, adalah fitur yang hampir sama sekali membuat FB berbeda dengan jejaring sosial lain. Dengan notes kita bisa mem-post kan artikel atau brosur pengumuman, baik untuk teman FB kita, atau pun teman yang lebih terbatas lagi seperti mekanisme email. Lagi-lagi belum ada jejaring sosial yang sebaik ini. Kalau pun FS memiliki bulletin, aplikasinya lebih rumit dan sekali lagi tidak sebaik FB.

Bahasan di atas sama sekali bukan bertujuan mempromosikan FB, tetapi berupaya melihat FB dari kaca mata yang lebih luas dan analisis yang lebih rinci (walaupun belum komprehensif). Terkait dengan kesempurnaan fiturnya (setidaknya sampai saat ini) dan kemudahanya yang dimilikinya sebagai sebuah media komunikasi di tengah zaman yang demikian sibuk ini, tidak mengherankan kalau banyak yang kemudian menggunakanya.

Kalau tadi kita sudah membahas masalah teknis FB, mari kita masuk ke bahasan konseptual FB sendiri. Saya tekankan diawal mari berpikir objektif dari sudut pandang ilmiah. FB adalah milik Mark Zuckerberg, yang juga CEO (Chief of Executive Officer) sekaligus pendiri FB. Jika membaca artikel Mark Zuckerberg dalam bahasa Indonesia tidak diketahui dengan lengkap siapa sosok ini. Namun ketika membaca artikel tentang Mark Zuckerberg dalam bahasa Inggris terdapat data yang lebih lengkap tentang arsitek FB ini.
Mark Zuckerberg adalah mahasiswa Harvard dan berdasarkan data, ia aktif sebagai anggota Alpha Epsilon Pi. Alpha Epsilon Pi adalah sebuah perkumpulan mahasiswa Yahudi di Amerika Utara, yang mempunyai misi sebagai berikut,

“Alpha Epsilon Pi, the Jewish Fraternity of North America, was founded to provide opportunities for Jewish men seeking the best possible college and fraternity experience. We have maintained the integrity of our purpose by strengthening our ties to the Jewish community and serving as a link between high school and career. Alpha Epsilon Pi develops leadership for the North American Jewish community at a critical time in a young man’s life. Alpha Epsilon Pi’s role is to encourage the Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals, values, and ethics and to prepare the student to be one of tomorrow’s leaders so that he may help himself, his family, his community, and his people.”,
intinya sebuah wadah pengkaderan, berupa pembinaan dan pengkaryaan, dan tempat mencari pemimpin baru bagi kaumYahudi.

Sampai artikel ini ditulis serangan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 600 Warga Palestina. Sempat ada bahasan FB mendapatkan keuntungan dari iklan yang dipasang, semakin banyak user FB, semakin banyak pula penghasilanya. Di tahun 2008 FB meraup keuntungan tidak kurang dari 300 juta dollar Amerika yang salah satunya dikarenakan terdapat lebih dari 140 juta user di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap harinya. Uang ini lah yang disinyalir membantu serangan Israel ke Gaza, Palestina.

Mari kita analisis lebih jauh. Seorang pengelola bisnis via internet, akan mendapat keuntungan financial baik langsung maupun tidak langsung dari situs yang dikelolanya. Keuntungan ini, pada dasarnya, bisa didapat dari fungsi internet sebagai media marketing. Keuntungan financial langsung bisa didapatkan kalau kita memasarkan barang yang kita miliki langsung melalui internet, pembeli pun cukup hanya mengirimkan uang via kartu kredit untuk mendapatkan barang yang kita pasarkan, dan uang pun akan sampai kepada si pemilik bisnis via internet, dengan tentunya juga mengirimkan barang yang dipasarkan kepada si pembeli.

Keuntungan tidak langsung terkadang lebih menggiurkan. Kita tidak perlu memiliki barang, cukup tempat berjualanya saja. Seperti stasiun televisi swasta yang mendapatkan keuntungan via iklan. FS, FB, Multiplay dan situs jejaring sosial lainnya adalah sebuah wadah untuk berinteraksi, tidak hanya itu, wadah ini pun dapat digunakan untuk media iklan. Bukankah dalam menggunakan FB kita tidak membayar? lalu siapa yang membayar para pengelola/ admin FB dalam mengurus situs dengan 140 juta user ini?. Jawabanya kembali kepada mekanisme marketing, dalam hal ini FB sebagai sarana periklanan. Mekanisme ini lah yang mendasari dua bersaudara pemilik google untuk dapat masuk sebagai jajaran orang terkaya di dunia.

Semakin banyak yang memasang iklan maka semakin banyak penghasilan yang didapat pengelola FB. Ini lah yang harus kita pahami. Pemilik produk ”A” akan tertarik memasang iklan produk ”A” di televisi pada acara yang ratingnya tinggi. Jadi titik tangkap utama adalah jumlah penonton, bukan pada jumlah pemilik televisi. Begitu pula dengan FB, saat banyak user yang aktif (online), maka ratingnya pun menjadi tinggi. Jadi pada dasarnya bukan hanya pada banyaknya user, tapi pada banyaknya user yang aktif (online), yang kemudian membuat rating FB menjadi tinggi dan menjadikan pemilik produk menggunakan jasa FB sebagai media iklan produknya. Mekanisme ini lah yang menjadikan penghasilan FB demikian besar.

Ada lagi bahasan mengenai FB yang mungkin saja digunakan oleh pemerintah AS untuk melakukan information collecting dari para user-nya, terkait jumlah pemilik akun FB yang semakin bertambah, bahkan melebihi ekspektasi Zuckerberg. Salah satu indikasinya adalah bahwa admin FB sampai sekarang tidak menyediakan aplikasi penghapusan akun bagi mereka yang ingin keluar dari keanggotaan FB. Selain itu, penghapusan akun FB pun bisa menjadi sia-sia, karena sangat memungkinkan sistem database di FB menggunakan mekanisme historical record dan dibuat backup datanya sehingga setiap perubahan dapat diketahui dan disimpan secara permanen.

FB, FS, Multiply, Blogspot, juga email, dan sebagainya sangat mungkin dijadikan sarana oleh kelompok The Luciferian Conspiration, kelompok yang diduga kuat mengendalikan AS dan dunia, untuk bisa menghimpun data-data warga dunia dengan mudah, untuk kemudian digunakan sesuai kepentinganya. Seperti yang dipaparkan dalam buku Dan Brown “The Digital Fortress”. Juga pada buku karya DR. Nick Turse “The Complex: Bagaimana Militer Amerika Menyerbu Kehidupan Kita Sehari-Hari”. Atau pun pada film Mel Gibson “The Conspiracy Theory” di mana aparat keamanan berhasil mengetahui keberadaan orang melalui transaksi dengan kartu kredit. Mungkin kita masih ingat penangkapan DR. Azhari, arsitek bom asal Malaysia. Ia berhasil dilacak keberadaanya, berdasarkan ponsel yang digunakanya, via GPS. DR. Azhari memang beberapa kali berganti sim card tapi ia tidak berganti handphone.

Mekanisme ini lah yang mendasari semangat para Combatant atau aktivis kemanusiaan yang meyakini dirinya sedang berjuang melawan The New World Order atau The Globalization. Mereka berjuang dengan tidak berhubungan dengan bank dan lembaga keuangan (tidak memiliki kartu kredit, atau pun rekening bank atas data asli atau data lengkap), tidak mengisi data jejaring sosial dengan data asli atau data lengkap, bahkan tidak memiliki ID Card (KTP) tetap (berganti-ganti).

Jika pun tidak dimungkinkan, maka demi keselamatannya para Combatant harus berusaha agar sesedikit mungkin orang mengetahui keberadaanya, dengan cara mengganti nomor ponselnya, berganti ponsel dalam waktu acak, jika memiliki situs jejaring sosial maka mengaksesnya jangan dari tempat yang sama (warnet/ area hot spot yang sama), selalu berganti alamat email, dan lain sebagainya.

Apakah dengan demikian kita tidak boleh memiliki akun FB atau jejaring sosial lain?. Tentu boleh, dengan ketentuan, yang pertama, jangan mengisikan data-data pribadi kita yang asli atau jangan mengisikan dengan lengkap, yang kedua, sebisa mungkin perpendek waktu online kita, sebab semakin lama kita online maka semakin banyak iklan akan memakai jasa FB sehingga semakin banyak pula penghasilan FB.
Di awal sempat saya paparkan berbagai keunggulan FB dibanding situs jejaring sosial lain. Tidak mengherankan bila banyak warga dunia menggunakan FB dibandingkan situs jejaring sosial lain. Saya sendiri hampir tidak pernah membuka lagi akun FS saya, terkait sepi pengunjung. Seperti tujuan awal penciptaanya, FB ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan pertukaran arus informasi ditengah zaman yang kian sibuk ini. Ini lah yang kemudian harus sungguh-sungguh kita manfaatkan. FB atau situs jejaring sosial lain sangat dibutuhkan, sebagai sarana komunikasi, menjalin silaturahim, memperbanyak jaringan, dan juga sarana saling tukar pengalaman dan informasi bermanfaat tentunya.
Kita pun harus benar-benar sadar apakah kita memang sungguh-sungguh memerlukan situs jejaring sosial atau tidak. Kalau sekadar ikutan trend dan bermain-main tanpa alasan yang mendasar, sebaiknya jangan. Sebaiknya situs canggih ini digunakan untuk kebaikan yang telah kita bahas diatas, jika memang kita tidak sanggup, maka sebaiknya tutup saja akun FB kita. Sebab resikonya terlalu besar, bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk warga dunia lainnya.

Bagaimana mengenai Yahudi dan kemajuan yang sudah dicapainya?. Selain FB, kita tentu masih ingat ARPNET model internet pertama yang dikembangkan di Harvard, aplikasi ini diciptakan dan dimiliki oleh Yahudi, begitu pula dengan microsoft, yahoo, dan masih banyak lagi kemajuan-kemajuan yang sesungguhnya sangat membantu kita. Sebelum mengambil keputusan untuk kemudian menutup semua akun-akun kita di situs yang disinyalir milik Yahudi, mari kita menganalisis, apakah situs yang kita gunakan milik Yahudi?, jika iya maka apakah penghasilanya disumbangkan untuk serangan Israel ke Palestina?. Sebab tidak semua Umat Yahudi setuju dengan Zionisme. Albert Einstein sendiri pun adalah seorang Yahudi tulen yang pada dasarnya tidak sepakat dengan Zionisme. Mengenai Zionisme sendiri saya harap dapat dibahas di waktu lain, karena akan cukup panjang jika dibahas dalam tulisan ini. Yang pasti cita-cita Zionisme ini lah yang salah satunya melatarbelakangi agresi Israel ke Palestina.

Jika pun situs yang kita gunakan, dalam hal ini FB, dananya disumbangkan untuk agresi Israel ke Palestina, maka yang bisa kita lakukan adalah, seperti bahasan di atas, mengurangi frekuensi online kita. Mengenai The Luciferian Conspiration pun demikian, untuk mengurangi kemungkinan FB ditunggangi mata-mata asing, mari mulai sekarang kita berhati-hati dalam mengisi akun kita, baik di FB maupun di situs lain, hendaklah informasi yang diisikan bukan yang asli atau jangan menggunakan data yang lengkap.

Sahabat yang budiman, dunia tempat kita tinggal dan hidup di dalamnya bukanlah dunia yang memiliki satu warna. Ada dunia lain di sekitar kita yang mungkin hampir tidak pernah kita sadari. Yang memiliki cita-cita berlawanan dari cita-cita kita, cita-cita yang telah diajarkan sejak manusia pertama diturunkan, terwujudnya kemaslahatan di dunia, dan di kehidupan setelah dunia ini berakhir. Wallahu’alam bishawab.

Radietya Alvarabie/ Kedokteran Univ. Jenderal Soedirman, Purwokerto (Dipos, Agus-Humas)

2 responses to “Analisis Seputar Facebook (Historical Background, Pro dan Kontra, dan Urgensinya)

  1. makasih byk atas infox…
    dengan adanya sumbangan karya-karya terbaik untuk dunia yang diciptakan oleh kaum yahudi.justru itulah pemacu semangat untuk kaum muslim untuk membuktikan kepada dunia bahwa islam adalah agama rahmatan lil alamin,dimana kaum-kaumnya dapat konsisten menjalankan apa2 yg terdapat dlm al-qur’an dan al hadist,yg bs jg memberikan kontribusi yg baik demi kemaslahatan dunia…
    semangat kaum muslimin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s